Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan
pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan.
Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Maka satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Tiga opsi kurikulum
tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum
2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukk anbahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama.
Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19.
Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kita perlu memahami dua perbedaan sebelum berbicara tentang pergantian kurikulum, yakni antara kerangka kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan para guru untuk menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Sedangkan, kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum yang seharusnya secara periodik dievaluasi dan diperbaiki agar sesuai dengan perubahan karakteristik peserta didik serta perkembangan isu kontemporer. Kerangka kurikulum nasional harus memberikan ruang inovasi dan kemerdekaan, sehingga dapat dan harus dikembangkan lebih lanjut oleh masingmasing sekolah. Pada Intinya, kerangka kurikulum nasional seharusnya relatif ajeg, tidak cepat berubah, tapi memungkinkan
adaptasi dan perubahan yang cepat di tingkat sekolah. Inilah yang Kemendikbudristek lakukan dengan merancang Kurikulum Merdeka. Faktanya, laju perubahan kurikulum nasional kita sebenarnya tidak terlalu cepat, bahkan melambat. Jika kita perhatikan, sejak ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, laju perubahan kurikulum melambat dari KBK di tahun 2004, KTSP di tahun 2006, dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 (K-13) di tahun 2013.
Kurikulum Merdeka baru akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan kata lain, pergantian berikutnya baru akan terjadi setelah kurikulum yang sebelumnya (K-13) diterapkan selama 11 tahun dan
melewati setidaknya empat menteri pendidikan. Maka, fakta ini mematahkan pemeo “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.
Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukanseleksi.
Kemendikbudristek percaya bahwa kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru dalam memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah, tidak terbatas di sekolah yang memiliki fasilitas yang bagus dan di daerah perkotaan.
Namun, kita menyadari tingkat kesiapan sekolah/madrasah berbeda-beda karena adanya kesenjangan mutu sekolah/madrasah.
Oleh karena itu, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar. Sekali lagi, tidak ada seleksi dalam proses pendaftaran ini. Kemendikbudristek nantinya akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan bantuan yang sesuai kebutuhan.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Saat ini, tersedia lima produk yang dikelompokkan menjadi produk
Pengembangan Guru dan Kegiatan Belajar Mengajar.
Produk Pengembangan Guru meliputi:
Produk Kegiatan Belajar Mengajar meliputi:
a. Asesmen Murid, Membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
b. Perangkat Ajar, yang memuat berbagai materi pengajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti bahan ajar, modul ajar, modul proyek, atau buku teks.
Baca juga :
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Ya, untuk saat ini platform Merdeka Mengajar hanya dapat diunduh melalui gawai Android.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Spesifikasi minimum Android versi 5 – Lollipop
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Untuk saat ini hanya bisa diakses melalui Android dan web browser, namun untuk ke depannya kami akan terus melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Perangkat ajar merupakan berbagai bahan ajar yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan capaian pembelajaran. Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, video pembelajaran, modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar yang relevan dari berbagai sumber.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja merupakan wahana kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik di luar kegiatan intrakurikuler, dilaksanakan dalam bentuk blok-blok kegiatan secara periodik dan terintegrasi, berdasarkan tema-tema Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja akan dijelaskan pada panduan tersendiri.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pembelajaran paradigma baru adalah pembelajaran dengan penguatan soft skill dan Project Based Learning (PBL) agar terjadi “link and match” antara SMK dan industri. Dengan demikian, pembelajaran bisa lebih mendalam dan memungkinkan terjadinya kegiatan inkuiri (proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan) yang membangun kompetensi dan kemampuan bernalar kritis serta berpikir kreatif yang dinilai penting di abad 21. Selain itu, pembelajaran dilandasi dengan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja sehingga lulusannya diharapkan bisa bekerja, melanjutkan kuliah, dan berwirausaha. Selain itu, pembelajaran ini akan menghasilkan lulusan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa kini dan masa depan.
https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pembelajaran paradigma baru memiliki spektrum 10 Bidang Keahlian dan 50 Program Keahlian, yaitu:
Perbedaan pembelajaran paradigma baru dengan kurikulum lama salah satunya terdapat struktur kurikulum, yaitu mata pelajaran yang semula diorganisasikan dalam tiga kelompok, yaitu: muatan nasional, muatan kewilayahan, dan muatan peminatan kejuruan, kini disederhanakan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan, serta ada Projek Penguatan Profil Pancasila dan Budaya Kerja
A. Kelompok Umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan normanorma kehidupan, baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, maupun sebagai warga dunia.
B. Kelompok Kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya.
C. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan mencarikan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar melalui projek. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif, terlibat langsung dengan lingkungan sekitar, serta menyiapkan peserta didik ke dunia kerja.
Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap pelajar. Ini merupakan salah satu upaya menghidupkan Pancasila sebagai nilai-nilai yang mengatur perilaku bangsa, dan sebagai arah yang memandu perkembangan diri dan penguatan kemampuan atau kompetensi seluruh pelajar di tanah air.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja merupakan wahana kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik di luar kegiatan intrakurikuler, dilaksanakan dalam bentuk blok-blok kegiatan secara periodik dan terintegrasi berdasarkan tema-tema Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja memiliki panduan tersendiri.
Mata Pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi penerapan logika proposisi, berpikir komputasional (computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri. Mata pelajaran ini bermanfaat untuk memperkenalkan pada peserta didik SMK tentang dunia teknologi masa depan, khususnya di era ekonomi digital.
Mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi keahlian yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis.
Contohnya, dalam Agribisnis Perikanan-Pembenihan Ikan, peserta didik baik secara kelompok maupun perseorangan, melalui pesanan dari masyarakat atau tidak, membuat proyek untuk memproduksi bibit ikan. Dimulai dari adanya pesanan atau tidak, dengan mendesain skala produksi, menyusun rencana anggaran biaya (RAB), menyusun kebutuhan alat dan bahan, menyusun jadwal kegiatan, mengerjakan kegiatan pembenihan ikan dengan segala kompetensinya, lalu dilanjutkan dengan pemasaran serta menghitung untung dan rugi, yang kemudian diakhiri menyusun laporan dan melakukan presentasi dan mendokumentasikann hasil kegiatan.
Contoh lain misalnya, pada bidang Hospitality terdapat proyek Edutel, pada Multimedia terdapat proyek pembuatan animasi yang digunakan industri, pada Teknik sipil dan Perumahan terdapat proyek di mana developer memesan kepada SMK untuk merancang bangunan, dan pada Permesinan terdapat proyek pembuatan layout pesanan industri.
Mata pelajaran pilihan adalah mata pelajaran yang dipilih oleh peserta didik berdasarkan renjana (passion) untuk pengembangan diri, baik untuk berwirausaha, bekerja pada bidangnya, maupun melanjutkan pendidikan. Contohnya, pada pelajaran bahasa asing selain Bahasa Inggris seperti bahasa Mandarin, Jerman, dll atau mata pelajaran kejuruan lain di luar konsentrasi keahliannya.
Guru Umum ikut berpartisipasi memberikan penjelasan bahwa mata pelajaran umum juga ikut membentuk soft skill dan karakter kejuruan sehingga siap bekerja, melanjutkan pendidikan dan wirausaha. Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana membuat laporan dan melakukan komunikasi, khususnya berkaitan dengan bidang yang dipilih peserta didik atau untuk menjelaskan kemampuan diri kepada para calon penerima kerja, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti mengajarkan sopan santun menghadapi konsumen, PPKN mengajarkan bagaimana mematuhi norma yang berlaku di daerah tertentu, PJOK mengajarkan untuk terus memperkuat ketahanan dan kebugaran tubuh untuk menghadapi dunia kerja dan seni untuk menumbuhkan pribadi kreatif, khususnya dalam memperdalam bidang keahlian yang dipilih.
Pelaksanaan pembelajaran paradigma baru akan dilakukan dalam tahap-tahap berikut:
Pembelajaran paradigma baru SMK menguatkan aspek soft skills dengan memberikan pemahaman yang holistik ke peserta didik terkait peluang kerja masa depan, kebutuhan global dan passion sehingga peserta didik memiliki arah yang jelas ketika mempelajari sesuatu. Beberapa pembelajaran pada Kelas X semester 1 yang menunjang soft skill:
Program SMK-D2 Fast Track atau SMK-D2 Jalur Cepat adalah salah satu program vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK sebagai lulusan vokasi. Inti program ini adalah „pernikahan‟ masal antara SMK, Diploma 2 (D2), dan dunia industri. Siswa yang telah belajar 3 tahun di SMK akan melanjutkan pendidikan lagi selama 1,5 tahun atau 3 semester di Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) terpilih.
Selama 3 semester di PTV: 1 semester kuliah dan 2 semester di industri. Sehingga saat lulus para siswa SMK akan menerima: 1. Ijazah SMK 2. Ijazah D2 3. Sertifikat kompetensi 4. Sertifikat lulus magang
TEFA atau Teaching Factory merupakan unit produksi yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang berada dalam kawasan sekolah. Untuk mengembangkan TEFA sebagai tempat pembelajaran yang selaras dengan dunia industri, baik aturan, kompetensi, maupun profil usahanya, penyelenggara TEFA disekolah harus mempertimbangkan hal berikut:
Prinsip pembelajaran adalah sebagai berikut.
Kurikulum prototipe merupakan kurikulum pilihan (opsi) yang dapat diterapkan satuan pendidikan mulai tahun ajaran (TA) 2022/2023.
Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.
Dalam riset tersebut diketahui sejumlah fakta terjadinya learning loss, yaitu sebelum pandemi, kemajuan belajar selama satu tahun (kelas 1 SD) adalah sebesar 129 poin untuk literasi dan 78 poin untuk numerasi. Setelah pandemi, kemajuan belajar selama kelas 1 berkurang secara signifikan (learning loss). Untuk literasi, learning loss ini setara dengan 6 bulan belajar. Sementara untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan 5 bulan belajar.
Menghadapi situasi demikian diperlukan upaya strategis guna menyelamatkan ruh dan semangat pendidikan yang hilang tergerus oleh dampak pandemi tersebut. Diperlukan strategi taktis yang bernama migitasi learning loss. Migitasi learning loss diartikan sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko akibat kehilangan pembelajaran dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
Salah satu strategi dengan pengembangan kurikulum.
Pembelajaran dan pelatihan di SMK bertujuan untuk menyiapkan siswa-siswa SMK agar dapat bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi setelah mereka lulus. Agar dapat menghasilkan calon pekerja yang mahir, mandiri dan kompetitif, maka kurikulum di SMK perlu dikembangkan sesuai dengan kompetensi yang menjadi kebutuhan dunia kerja (industri, dunia usaha dst) yang dituju. Tantangannya adalah dinamika dunia kerja dan tuntutan SDM nya yang cepat dan sering berganti, sehingga kurikulum SMK didorong agar bisa adaptif, fleksibel dan dapat selalu diperbaharui mengikuti perkembangan jaman.
Perubahan di kurikulum SMK ini dilakukan untuk memerdekakan dan memberikan kesempatan bagi SMK untuk dapat mengembangkan kurikulum bersama dengan mitra dunia kerjanya. Perubahan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan bernalar kritis, berpikir kreatif, serta kompetensi yang dinilai penting di Abad 21 dan meningkatkan kualitas hasil belajar seperti yang diukur oleh beberapa instrumen termasuk PISA. Lebih penting lagi, kurikulum SMK ini diubah agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga menghasilkan insan berprofil Pelajar Pancasila yang berdaya, kompeten dan mandiri
Muatan kejuruan pada kelas 10, berisi materi dasar-dasar kejuruan untuk masing-masing program keahlian.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Praktik kerja Lapangan (PKL) adalah mata pelajaran yang dilaksanakan secara blok dan dirancangkan pelaksanaannya di kelas XII selama 6 bulan merupakan wahana pembelajaran di dunia kerja untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik meningkatkan penguasaan kompetensi teknis (hardskill) sesuai dengan konsentrasi keahliannya serta menginternalisassi karakter dan budaya kerja (softskill).
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata Pelajaran Pilihan merupakan mata pelajaran yang dipilih oleh peserta didik berdasarkan renjana (passion) untuk pengembangan diri, baik untuk berwirausaha, bekerja pada bidangnya, maupun melanjutkan pendidikan. Contohnya: Mata pelajaran Bahasa Asing selain Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, atau mata pelajaran kejuruan lain di luar konsentrasi keahliannya.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata Pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi keahlian yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata Pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berisi muatan tentang literasi ilmu pengetahuan alam dan sosial yang diformulasikan dalam tema-tema kehidupan yang kontekstual dan aktual.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata Pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi: penerapan logika proposisi, berpikir komputasional (computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata Pelajaran yang semula diorganisasikan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: muatan Nasional, muatan Kewilayahan, dan muatan Peminatan Kejuruan disederhanakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan.
Kelompok Umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan normanorma kehidupan baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga negara Kesatuan Republik Indonesia maupun sebagai warga dunia.
Kelompok Kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Informasi terkait sertifikat guru tersedia dalam lampiran 3 pada Kepmen no 17/2020 mengenai Program SMK Pusat Keunggulan
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pada setiap program keahlian yang dibuka, sekolah dapat membuka kompetensi keahlian atau konsentrasi keahlian tertentu sesuai permintaan dunia kerja yang menjadi pasangannya. Konsentrasi Keahlian sebagai program pendidikan di SMK yang semula ditetapkan oleh Pemerintah, pada spektrum yang baru ditetapkan oleh masing-masing SMK bersama dunia kerja pasangannya. Setiap SMK bersama mitra dunia kerjanya dapat menetapkan konsentrasi keahlian sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja yang sedang berkembang.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Tabel konversi program keahlian dapat dirujuk pada lampiran 2 pada Kepmen no 17/2020 mengenai Program SMK Pusat Keunggulan.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Spektrum keahlian ditelaah dan direvisi agar semakin dapat menyiapkan siswa-siswa SMK pada kenyataan di dunia kerja. Dalam penyusunannya melibatkan pihak industri. Perubahan yang mendasar pada spektrum keahlian adalah secara nasional dirancang dalam dua level yaitu bidang keahlian dan program keahlian, sedangkan konsentrasi keahlian yang merupakan satuan program pendidikan pada SMK menjadi kebebasan sekolah untuk menentukannya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan kondisi sekolah masing-masing. Pada spektrum yang baru, ada 10 Bidang Keahlian dan 50 Program Keahlian.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja merupakan wahana kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik di luar kegiatan intrakurikuler, dilaksanakan dalam bentuk blok-blok kegiatan secara periodik dan terintegrasi, berdasarkan tema-tema Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja akan dijelaskan pada panduan tersendiri.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap pelajar. Ini merupakan salah satu upaya menghidupkan Pancasila sebagai nilai-nilai yang mengatur perilaku bangsa, dan sebagai arah yang memandu perkembangan diri dan penguatan kemampuan atau kompetensi seluruh pelajar di tanah air.
Profil Pelajar Pancasila menjabarkan tujuan Pendidikan Nasional secara lebih rinci terkait cita-cita, visi misi, dan tujuan pendidikan ke peserta didik dan seluruh komponen satuan pendidikan. Profil Pelajar Pancasila memberikan gambaran yang ingin dituju mengenai karakter dan kemampuan Pelajar Indonesia.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Sumber :https://smkpk.ditpsmk.net/faq
SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri,dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.
SMK PK adalah SMK yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten pada kompetensi keahlian tertentu danterserap di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja serta dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, melalui program penyelarasan pendidikan vokasi secara sistematik dan menyeluruh dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.Target akhir dari program ini adalah menjadikan SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai pusat keunggulan, peningkatan kualitas dan rujukan bagi SMK lainnya.
Secara umum, programSMK PK bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja serta diharapkan menjadi pusat peningkatan kualitas dan rujukan bagi SMK lainnya.
Secara khusus, program SMK PK bertujuan untuk:
• Sosialisasi : Memperkuat kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah dalam pendampingan Program SMK PK.
• Pelatihan Kepala SMK, pengawas sekolah, dan guru SMK
Memperkuat kualitas sumber daya manusia SMK, antaralain kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru untuk mewujudkan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja.
• Pelatihan pendamping program SMK PK
Memperkuat kompetensisoftskilldanhardskillpesertadidik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta mengembangkan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
• Pembelajaran dan penilaian pada SMK pelaksana programSMK PK
Mewujudkan perencanaan yang berbasis data melaluimanajemen berbasis sekolah.
• Peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang mendukungpembelajaran berstandar dunia kerja
Meningkatkan efisiensi dan mengurangi kompleksitas pada sekolah dengan menggunakan platformdigital.
• Pemanfaatan platform teknologi
Peningkatan sarana dan prasarana praktik belajar siswa yang berstandar dunia kerja.
• Pelaksanaan pendampingan bagi kepala sekolah dan guru diSMK pelaksana program SMK PK, serta pengawas sekolah
Memperkuat kemitraan dan kerja sama antara Kemendikbud dengan dunia kerja dalam pengembangan dan pendampingan SMK PK.
• Sosialisasi
1. Pemerintah daerah melakukan sosialisasi program SMK PK kepada seluruh SMK di wilayahnya, dunia kerja, serta pemangku kepentingan lainnya.
2. Sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat dilakukan melalui:
Dalam pelaksanaan kegiatan program SMK PK, pemerintah daerah diberikan pendampingan oleh Kemendikbud berupa pendampingan konsultatif dan asimetris.
4 (empat) tahun sampai tahun 2024 sesuai Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM).
Program SMK PK ini juga ada evaluasi berkala per tahun dan dukungan dari Kemendikbud untuk jenis bantuan yang diberikan setiap tahunnya bisa berbeda-beda secara bentuk dan nilainya sesuai hasil evaluasi.
1. SMK yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah merupakan milik pemerintah daerah/lembaga pemerintah/badan usaha milikdaerah; dan 2. SMK yang diselenggarakan oleh masyarakat merupakan milik badan penyelenggara SMK.
1. SMK yang berada di daerah khusus yang ditetapkan Kemendikbud; dan2. SMK yang diselenggarakan oleh pemerintah daerahyang berada pada wilayah dengan kondisi kepadatan penduduk yang rendah dan secara geografis tidak dapat digabungkan dengan sekolah lain.
Program SMK PK adalah pengembangan dari program-program selanjutnya, yakni SMK CoE dan SMK Revitalisasi yang lebih berfokus pada pengembangan SDM SMK dengan paradigma baru yang terintegrasi, penguatan manajemen sekolah dan pemutakhiran kurikulum yang berbasis pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja serta penggunaan platform digital.
Jadi, hubungan antara SMK Revitalisasi, SMKCenter of Excellencedengan SMK PK adalah sebagai berikut:
Boleh, sebagaimana tercantum dalam persyaratan nomor satu.
Dalam SMK Pusat Keunggulan terdapat sektor Prioritas, yaitu:
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Iya, Setiap provinsi memiliki kuota maksimal jumlah SMK Pusat Keunggulan pada setiap Sektor Prioritas. Hal ini bertujuan untuk memeratakan penyebaran SMK Pusat Keunggulan di seluruh SMK di Indonesia.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Terdapat 2 Jenis SMK yang mendapat program SMK Pusat Keunggulan, yaitu:
1. SMK Pusat Keunggulan 2021 : SMK ini akan mendapatkan program bantuan Fisik dan Non Fisik, yaitu Pembangunan Ruang Praktik dan Pengadaan alat praktik sesuai Kompetensi Keahlian yang dikembangkan. Selain bantuan fisik, juga mendapatkan bantuan Non Fisik berupa bantuan dana untuk program pengembangan Sumber Daya Manusia Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa.
2. SMK Pusat Keunggulan Lanjutan : SMK ini akan mendapat bantuan Non Fisik berupa program pengembangan SDM Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa. Dikarenakan pada SMK yang masuk kategori lanjutan merupakan SMK yang sudah memiliki Sarana dan Prasarana yang lengkap.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Terdapat 4 tahapan/level proses Transformasi pengembangan SMK Pusat Keunggulan, yaitu:
Level 1:
Level 2:
Level 3:
Level 4:
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Tabel konversi program keahlian dapat dirujuk pada lampiran 2 pada Kepmen no 17/2020 mengenai Program SMK Pusat Keunggulan.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mata pelajaran umum pada pembelajaran paradigma baru berisi materi untuk membangun kemampuan bernalar kritis peserta didik, berpikir kreatif, serta kompetensi yang dinilai penting di Abad 21. Konten mata pelajaran umum juga mendukung peningkatan performa Indonesia dalam PISA.
Contohnya, Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana membuat laporan dan melakukan komunikasi, khususnya berkaitan dengan bidang yang dipilih peserta didik atau untuk menjelaskan kemampuan diri kepada para calon penerima kerja, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti mengajarkan sopan santun menghadapi konsumen, PPKN mengajarkan bagaimana mematuhi norma yang berlaku di daerah tertentu, PJOK mengajarkan untuk terus memperkuat ketahanan dan kebugaran tubuh untuk menghadapi dunia kerja dan seni untuk menumbuhkan pribadi kreatif, khususnya dalam memperdalam bidang keahlian yang dipilih.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pembelajaran paradigma baru efektif diterapkan oleh SMK Pusat Keunggulan pada tahun ajaran 2021/2022. Pertimbangannya terkait kesiapan antara SMK yang belum dan SMK yang sudah masuk dalam program SMK Pusat Keunggulan berbeda, salah satunya infrastruktur yang belum tertata dengan baik pada SMK yang belum termasuk sebagai SMK Pusat Keunggulan dan kesiapan pelatihan guru sehingga pembelajaran paradigma baru tidak bisa diimplementasikan di SMK yang bukan SMK Pusat Keunggulan.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
SMK yang belum masuk dalam program SMK Pusat Keunggulan belum bisa ikut dalam mengimplementasikan pembelajaran paradigma baru dikarenakan implementasinya membutuhkan kesiapan infrastruktur yang tertata dengan baik, pelatihan guru, monitoring evaluasi serta pendampingan agar sesuai dengan yang diharapkan.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Sekolah Menengah Kejuruan yang mengikuti program SMK PK akan mendapatkan manfaat-manfaat pengembangan sekolah,antara lain:
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Program pendampingan dirancang untuk membantu SMK PK,dalam pencapaianoutput. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria dan telah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Semua calon pendamping SMK PK akan diberikan pelatihan program pendampingan SMK PK yang diselenggarakan oleh Kemendikbud
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Mereka yang sudah mengikuti pelatihan pendampingan SMK PK yang dilaksanakan oleh Kemendikbud. Unsur calon pendamping terdiri dari:
Penyelenggaraan pelatihan pendamping sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Apa peran institusi pendamping SMK PK?
a.Kepala Sekolah
• Mengembangkan ruang lingkup kerjasama dengan DUDI.
• Mengembangkan perencanaan pengelolaan dan pengembangan sekolah sesuai data
b.Guru
• Mendampingi implementasi kurikulum prototipe disekolah
• Memfasilitasi pembelajaran dalam in house training dan komunitas praktisi untuk guru, Kepala Sekolahdan Pengawas Sekolah
• Mendampingi penggunaan teknologi bagi guru danKepala Sekolah.
c. Pengawas Sekolah
• Mendampingi Pengawas Sekolah untuk dapatmendampingi sekolah dan Kepala Sekolah.
4. Menjadi perpanjangan tangan Kemdikbud dalam melakukanProgram Oversight. Menelaah dan memberikan persetujuan terhadap:
5.Monitoring capaian pembelajaran dan aspek link and Match disekolah.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Sekolah dapat mendaftar pada laman SMK PK yang ditautkan pada Aplikasi TAKOLA SMK setelah Juknis tayang di Aplikasi TAKOLA SMK. Adapun laman SMK PK dapat diakses melalui smk.kemdikbud.go.id/smkpk .
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Bisa, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam Pedoman Penyelenggaraan Program SMK PK, Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Pemerintah Pengembangan SMK Menjadi Pusat Keunggulan Tahun 2021.