Pembelajaran Paradigma Baru

Topics: Project IPAS

You are here:
Capaian pembelajaran project IPAS

Frequently Asked Questions

Capaian Pembelajaran 4 questions
  • Apa itu Capaian Pembelajaran

    Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada SMK. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Untuk bimbingan konseling dan/atau bimbingan karier, capaian pembelajarannya disebut capaian layanan.

  • Apa itu pendidikan yang memerdekakan?

    Pendidikan merdeka itu … berdaya upaya dengan sengaja untuk  memajukan hidup – tumbuhnya budi-pekerti (rasa – pikiran, roh)  dan badan anak dengan jalan pengajaran, teladan, dan pembiasaan  jangan disertai perintah dan paksaan” (Ki Hadjar Dewantara).

  • Apa itu mata pelajaran Informatika dan apa manfaatnya?

    Mata Pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi penerapan logika proposisi, berpikir komputasional (computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri. Mata pelajaran ini bermanfaat untuk memperkenalkan pada peserta didik SMK tentang dunia teknologi masa depan, khususnya di era ekonomi digital.

    https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Apa yang berubah pada Struktur kurikulum?

    Mata Pelajaran yang semula diorganisasikan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: muatan Nasional, muatan Kewilayahan, dan muatan Peminatan Kejuruan disederhanakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan.

    Kelompok Umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan normanorma kehidupan baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga negara Kesatuan Republik Indonesia maupun sebagai warga dunia.

    Kelompok Kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya.

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

Kerangka Kurikulum 11 questions
  • Apa itu Kerangka Dasar?

    Kerangka dasar mengarahkan kompetensi yang perlu dikuasai, karakter dan budaya kerja yang perlu dibangun dan dikembangkan, serta materi yang perlu dipelajari oleh peserta didik. Kerangka dasar mengatur prinsip-prinsip yang perlu menjadi acuan guru ketika merancang pembelajaran dan asesmen. Kerangka dasar terdiri dari struktur kurikulum, capaian pembelajaran, dan prinsip pembelajaran dan asesmen.

  • Apa sajakah Profil Pelajar Pancasila?

    Profil Pelajar Pancasila sebagai perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila:
    a. beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia,
    b. berkebhinekaan global,
    c. bergotong royong,
    d. mandiri,
    e. bernalar kritis, dan
    f. kreatif.

  • Apa yang dimaksud mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan, serta bagaimana contohnya?

    Mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi keahlian yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis.

    Contohnya, dalam Agribisnis Perikanan-Pembenihan Ikan, peserta didik baik secara kelompok maupun perseorangan, melalui pesanan dari masyarakat atau tidak, membuat proyek untuk memproduksi bibit ikan. Dimulai dari adanya pesanan atau tidak, dengan mendesain skala produksi, menyusun rencana anggaran biaya (RAB), menyusun kebutuhan alat dan bahan, menyusun jadwal kegiatan, mengerjakan kegiatan pembenihan ikan dengan segala kompetensinya, lalu dilanjutkan dengan pemasaran serta menghitung untung dan rugi, yang kemudian diakhiri menyusun laporan dan melakukan presentasi dan mendokumentasikann hasil kegiatan.

    Contoh lain misalnya, pada bidang Hospitality terdapat proyek Edutel, pada Multimedia terdapat proyek pembuatan animasi yang digunakan industri, pada Teknik sipil dan Perumahan terdapat proyek di mana developer memesan kepada SMK untuk merancang bangunan, dan pada Permesinan terdapat proyek pembuatan layout pesanan industri.

    https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Bagaimana tahap pelaksanaan implementasi pembelajaran paradigma baru SMK?

    Pelaksanaan pembelajaran paradigma baru akan dilakukan dalam tahap-tahap berikut:

    1. penyusunan kerangka dasar kurikulum;
    2. penyusunan spektrum;
    3. penyusunan struktur kurikulum
    4. penyusunan capaian pembelajaran;
    5. penyusunan prinsip pembelajaran dan asesmen;
    6. penyusunan bahan ajar;
    7. penyusunan diklat nara sumber;
    8. penyusunan diklat instruktor nasional;
    9. penyusunan diklat komite satuan pendidikan;
    10. penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOS); kemudian
    11.  implementasi di SMK.
    12. Evaluasi

    https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Bagaimana alur dalam pelaksanaan program SMK PK?
  • Apa isi muatan kejuruan pada kelas 10 ?

    Muatan kejuruan pada kelas 10, berisi materi dasar-dasar kejuruan untuk masing-masing program keahlian.

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Apa peran mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan?

    Mata Pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi keahlian yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Apa yang dipelajari di mata pelajaran informatika?

    Mata Pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi: penerapan logika proposisi, berpikir komputasional (computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri.

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Apa yang berubah pada Struktur kurikulum?

    Mata Pelajaran yang semula diorganisasikan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu: muatan Nasional, muatan Kewilayahan, dan muatan Peminatan Kejuruan disederhanakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan.

    Kelompok Umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan normanorma kehidupan baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga negara Kesatuan Republik Indonesia maupun sebagai warga dunia.

    Kelompok Kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya.

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Bagaimana dengan sertifikat guru yang mengajar?

    Informasi terkait sertifikat guru tersedia dalam lampiran 3 pada Kepmen no 17/2020 mengenai Program SMK Pusat Keunggulan

    sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq

  • Apakah Contoh Kurikulum Operasional dan Perangkat Ajar wajib digunakan?

    Contoh kurikulum operasional dan perangkat ajar bukan merupakan kewajiban bagi sekolah dan guru untuk menggunakannya.

Kurikulum Merdeka 5 questions
  • Apa yang dimaksud dengan Kebijakan Pemulihan Pembelajaran?

    Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan
    pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan.

    Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Maka satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Tiga opsi kurikulum
    tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum
    2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka.

    Baca juga : Daftar Bacaan

    Sumber : Download

    Video pembelajaran : Youtube

  • Apakah yang dimaksud dengan Kurikulum Merdeka?

    Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

    Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

    Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

    Baca juga : Daftar Bacaan

    Sumber : Download

    Video pembelajaran : Youtube

  • Mengapa kita memerlukan Kurikulum Merdeka?

    Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukk anbahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama.

    Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19.

    Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.

    Baca juga : Daftar Bacaan

    Sumber : Download

    Video pembelajaran : Youtube

  • Apa yang dimaksud dengan Kebijakan Pemulihan Pembelajaran?

    Kita perlu memahami dua perbedaan sebelum berbicara tentang pergantian kurikulum, yakni antara kerangka kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

    Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan para guru untuk menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Sedangkan, kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum yang seharusnya secara periodik dievaluasi dan diperbaiki agar sesuai dengan perubahan karakteristik peserta didik serta perkembangan isu kontemporer. Kerangka kurikulum nasional harus memberikan ruang inovasi dan kemerdekaan, sehingga dapat dan harus dikembangkan lebih lanjut oleh masingmasing sekolah. Pada Intinya, kerangka kurikulum nasional seharusnya relatif ajeg, tidak cepat berubah, tapi memungkinkan
    adaptasi dan perubahan yang cepat di tingkat sekolah. Inilah yang Kemendikbudristek lakukan dengan merancang Kurikulum Merdeka. Faktanya, laju perubahan kurikulum nasional kita sebenarnya tidak terlalu cepat, bahkan melambat. Jika kita perhatikan, sejak ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, laju perubahan kurikulum melambat dari KBK di tahun 2004, KTSP di tahun 2006, dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 (K-13) di tahun 2013.

    Kurikulum Merdeka baru akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan kata lain, pergantian berikutnya baru akan terjadi setelah kurikulum yang sebelumnya (K-13) diterapkan selama 11 tahun dan
    melewati setidaknya empat menteri pendidikan. Maka, fakta ini mematahkan pemeo “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”.

    Baca juga : Daftar Bacaan

    Sumber : Download

    Video pembelajaran : Youtube

  • Apa kriteria sekolah yang boleh menerapkanKurikulum Merdeka?

    Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.

    Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukanseleksi.

    Kemendikbudristek percaya bahwa kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru dalam memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah, tidak terbatas di sekolah yang memiliki fasilitas yang bagus dan di daerah perkotaan.
    Namun, kita menyadari tingkat kesiapan sekolah/madrasah berbeda-beda karena adanya kesenjangan mutu sekolah/madrasah.

    Oleh karena itu, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar. Sekali lagi, tidak ada seleksi dalam proses pendaftaran ini. Kemendikbudristek nantinya akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan bantuan yang sesuai kebutuhan.

    Baca juga : Daftar Bacaan

    Sumber : Download

    Video pembelajaran : Youtube

No questions matching current filter