Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) diperlukan kebijakan
pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan.
Implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik dan harus memperhatikan ketercapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran. Maka satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik. Tiga opsi kurikulum
tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum
2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukk anbahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang cukup lama.
Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19.
Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka kita memerlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kita perlu memahami dua perbedaan sebelum berbicara tentang pergantian kurikulum, yakni antara kerangka kurikulum nasional dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang ditetapkan pemerintah sebagai acuan para guru untuk menyusun kurikulum di tingkat satuan pendidikan. Sedangkan, kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan kurikulum yang seharusnya secara periodik dievaluasi dan diperbaiki agar sesuai dengan perubahan karakteristik peserta didik serta perkembangan isu kontemporer. Kerangka kurikulum nasional harus memberikan ruang inovasi dan kemerdekaan, sehingga dapat dan harus dikembangkan lebih lanjut oleh masingmasing sekolah. Pada Intinya, kerangka kurikulum nasional seharusnya relatif ajeg, tidak cepat berubah, tapi memungkinkan
adaptasi dan perubahan yang cepat di tingkat sekolah. Inilah yang Kemendikbudristek lakukan dengan merancang Kurikulum Merdeka. Faktanya, laju perubahan kurikulum nasional kita sebenarnya tidak terlalu cepat, bahkan melambat. Jika kita perhatikan, sejak ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, laju perubahan kurikulum melambat dari KBK di tahun 2004, KTSP di tahun 2006, dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 (K-13) di tahun 2013.
Kurikulum Merdeka baru akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan kata lain, pergantian berikutnya baru akan terjadi setelah kurikulum yang sebelumnya (K-13) diterapkan selama 11 tahun dan
melewati setidaknya empat menteri pendidikan. Maka, fakta ini mematahkan pemeo “Ganti Menteri, Ganti Kurikulum”.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Kriterianya ada satu, yaitu berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.
Selanjutnya, jika setelah mempelajari materi tersebut sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, mereka akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Jadi, prosesnya adalah pendaftaran dan pendataan, bukanseleksi.
Kemendikbudristek percaya bahwa kesediaan kepala sekolah/madrasah dan guru dalam memahami dan mengadaptasi kurikulum di konteks masing-masing menjadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua sekolah/madrasah, tidak terbatas di sekolah yang memiliki fasilitas yang bagus dan di daerah perkotaan.
Namun, kita menyadari tingkat kesiapan sekolah/madrasah berbeda-beda karena adanya kesenjangan mutu sekolah/madrasah.
Oleh karena itu, Kemendikbudristek menyiapkan skema tingkat penerapan kurikulum, berdasarkan hasil survei yang diisi sekolah ketika mendaftar. Sekali lagi, tidak ada seleksi dalam proses pendaftaran ini. Kemendikbudristek nantinya akan melakukan pemetaan tingkat kesiapan dan menyiapkan bantuan yang sesuai kebutuhan.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Saat ini, tersedia lima produk yang dikelompokkan menjadi produk
Pengembangan Guru dan Kegiatan Belajar Mengajar.
Produk Pengembangan Guru meliputi:
Produk Kegiatan Belajar Mengajar meliputi:
a. Asesmen Murid, Membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
b. Perangkat Ajar, yang memuat berbagai materi pengajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti bahan ajar, modul ajar, modul proyek, atau buku teks.
Baca juga :
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Ya, untuk saat ini platform Merdeka Mengajar hanya dapat diunduh melalui gawai Android.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Spesifikasi minimum Android versi 5 – Lollipop
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Untuk saat ini hanya bisa diakses melalui Android dan web browser, namun untuk ke depannya kami akan terus melakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Profil Pendidikan merupakan laporan komprehensif yang dihasilkan oleh Kemendikbud Ristek sebagai bagian dari proses Evaluasi Sistem Pendidikan
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Evaluasi Sistem Pendidikan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2021.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Evaluasi Sistem Pendidikan bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Rapor Pendidikan menampilkan data kualitas satuan pendidikan atau daerah yang didapat dari berbagai asesmen atau survei nasional. Sebagai bentuk penyempurnaan dari Rapor Mutu, Rapor Pendidikan diharapkan bisa menjadi acuan untuk mengidentifikasi, merefleksi, dan membenahi kualitas pendidikan Indonesia secara menyeluruh.
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Yang dapat mengakses Rapor Pendidikan hanyalah kepala dan operator satuan pendidikan serta pejabat dinas yang ditunjuk. Namun pada rilis berikutnya, tenaga pendidik juga akan diberikan akses untuk masuk ke platform Rapor Pendidikan.
Untuk sementara ini satuan pendidikan dan kantor wilayah dibawah Kementerian Agama RI, Satuan Pendidikan Satu Atap (SLB Satu Atap dan PKBM Satu Atap) belum dapat mengakses Rapor Pendidikan. Nantikan aksesnya untuk semua, segera!
Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube

Baca juga : Daftar Bacaan
Sumber : Download
Video pembelajaran : Youtube
Perangkat ajar merupakan berbagai bahan ajar yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai Profil Pelajar Pancasila dan capaian pembelajaran. Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, video pembelajaran, modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar yang relevan dari berbagai sumber.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja merupakan wahana kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik di luar kegiatan intrakurikuler, dilaksanakan dalam bentuk blok-blok kegiatan secara periodik dan terintegrasi, berdasarkan tema-tema Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja akan dijelaskan pada panduan tersendiri.
sumber : https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pembelajaran paradigma baru adalah pembelajaran dengan penguatan soft skill dan Project Based Learning (PBL) agar terjadi “link and match” antara SMK dan industri. Dengan demikian, pembelajaran bisa lebih mendalam dan memungkinkan terjadinya kegiatan inkuiri (proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan) yang membangun kompetensi dan kemampuan bernalar kritis serta berpikir kreatif yang dinilai penting di abad 21. Selain itu, pembelajaran dilandasi dengan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja sehingga lulusannya diharapkan bisa bekerja, melanjutkan kuliah, dan berwirausaha. Selain itu, pembelajaran ini akan menghasilkan lulusan SMK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa kini dan masa depan.
https://smkpk.ditpsmk.net/faq
Pembelajaran paradigma baru memiliki spektrum 10 Bidang Keahlian dan 50 Program Keahlian, yaitu:
Perbedaan pembelajaran paradigma baru dengan kurikulum lama salah satunya terdapat struktur kurikulum, yaitu mata pelajaran yang semula diorganisasikan dalam tiga kelompok, yaitu: muatan nasional, muatan kewilayahan, dan muatan peminatan kejuruan, kini disederhanakan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok umum dan kelompok kejuruan, serta ada Projek Penguatan Profil Pancasila dan Budaya Kerja
A. Kelompok Umum adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, sesuai dengan fase perkembangan, berkaitan dengan normanorma kehidupan, baik sebagai makhluk yang berketuhanan Yang Maha Esa, individu, sosial, warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, maupun sebagai warga dunia.
B. Kelompok Kejuruan adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja serta Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni dan Budaya.
C. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan mencarikan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar melalui projek. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif, terlibat langsung dengan lingkungan sekitar, serta menyiapkan peserta didik ke dunia kerja.
Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap pelajar. Ini merupakan salah satu upaya menghidupkan Pancasila sebagai nilai-nilai yang mengatur perilaku bangsa, dan sebagai arah yang memandu perkembangan diri dan penguatan kemampuan atau kompetensi seluruh pelajar di tanah air.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja merupakan wahana kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik di luar kegiatan intrakurikuler, dilaksanakan dalam bentuk blok-blok kegiatan secara periodik dan terintegrasi berdasarkan tema-tema Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja memiliki panduan tersendiri.
Mata Pelajaran Informatika berisi berbagai kompetensi untuk menunjang keterampilan berpikir kritis dan sistematis guna menyelesaikan beragam permasalahan umum meliputi penerapan logika proposisi, berpikir komputasional (computational thinking), penerapan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan sistem komputasi, penggunaan jaringan komputer dan internet, penerapan keamanan data dan informasi, analisis data, penerapan algoritma pemrograman, memahami dampak sosial informatika, dan penerapan teknologi digitalisasi industri. Mata pelajaran ini bermanfaat untuk memperkenalkan pada peserta didik SMK tentang dunia teknologi masa depan, khususnya di era ekonomi digital.
Mata pelajaran Proyek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan wahana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan kompetensi keahlian yang dikuasai pada kegiatan pembuatan produk/pekerjaan layanan jasa secara kreatif dan bernilai ekonomis.
Contohnya, dalam Agribisnis Perikanan-Pembenihan Ikan, peserta didik baik secara kelompok maupun perseorangan, melalui pesanan dari masyarakat atau tidak, membuat proyek untuk memproduksi bibit ikan. Dimulai dari adanya pesanan atau tidak, dengan mendesain skala produksi, menyusun rencana anggaran biaya (RAB), menyusun kebutuhan alat dan bahan, menyusun jadwal kegiatan, mengerjakan kegiatan pembenihan ikan dengan segala kompetensinya, lalu dilanjutkan dengan pemasaran serta menghitung untung dan rugi, yang kemudian diakhiri menyusun laporan dan melakukan presentasi dan mendokumentasikann hasil kegiatan.
Contoh lain misalnya, pada bidang Hospitality terdapat proyek Edutel, pada Multimedia terdapat proyek pembuatan animasi yang digunakan industri, pada Teknik sipil dan Perumahan terdapat proyek di mana developer memesan kepada SMK untuk merancang bangunan, dan pada Permesinan terdapat proyek pembuatan layout pesanan industri.
Mata pelajaran pilihan adalah mata pelajaran yang dipilih oleh peserta didik berdasarkan renjana (passion) untuk pengembangan diri, baik untuk berwirausaha, bekerja pada bidangnya, maupun melanjutkan pendidikan. Contohnya, pada pelajaran bahasa asing selain Bahasa Inggris seperti bahasa Mandarin, Jerman, dll atau mata pelajaran kejuruan lain di luar konsentrasi keahliannya.
Guru Umum ikut berpartisipasi memberikan penjelasan bahwa mata pelajaran umum juga ikut membentuk soft skill dan karakter kejuruan sehingga siap bekerja, melanjutkan pendidikan dan wirausaha. Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana membuat laporan dan melakukan komunikasi, khususnya berkaitan dengan bidang yang dipilih peserta didik atau untuk menjelaskan kemampuan diri kepada para calon penerima kerja, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti mengajarkan sopan santun menghadapi konsumen, PPKN mengajarkan bagaimana mematuhi norma yang berlaku di daerah tertentu, PJOK mengajarkan untuk terus memperkuat ketahanan dan kebugaran tubuh untuk menghadapi dunia kerja dan seni untuk menumbuhkan pribadi kreatif, khususnya dalam memperdalam bidang keahlian yang dipilih.
Pelaksanaan pembelajaran paradigma baru akan dilakukan dalam tahap-tahap berikut:
Pembelajaran paradigma baru SMK menguatkan aspek soft skills dengan memberikan pemahaman yang holistik ke peserta didik terkait peluang kerja masa depan, kebutuhan global dan passion sehingga peserta didik memiliki arah yang jelas ketika mempelajari sesuatu. Beberapa pembelajaran pada Kelas X semester 1 yang menunjang soft skill:
Program SMK-D2 Fast Track atau SMK-D2 Jalur Cepat adalah salah satu program vokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK sebagai lulusan vokasi. Inti program ini adalah „pernikahan‟ masal antara SMK, Diploma 2 (D2), dan dunia industri. Siswa yang telah belajar 3 tahun di SMK akan melanjutkan pendidikan lagi selama 1,5 tahun atau 3 semester di Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) terpilih.
Selama 3 semester di PTV: 1 semester kuliah dan 2 semester di industri. Sehingga saat lulus para siswa SMK akan menerima: 1. Ijazah SMK 2. Ijazah D2 3. Sertifikat kompetensi 4. Sertifikat lulus magang
TEFA atau Teaching Factory merupakan unit produksi yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang berada dalam kawasan sekolah. Untuk mengembangkan TEFA sebagai tempat pembelajaran yang selaras dengan dunia industri, baik aturan, kompetensi, maupun profil usahanya, penyelenggara TEFA disekolah harus mempertimbangkan hal berikut:
Prinsip pembelajaran adalah sebagai berikut.