Kurikulum Prototipe Untuk Membantu Pemulihan Pembelajaran? Ya, pada masa pandemi ini kurikulum prototype digunakan sebagai solusi dalam mengatasi gap yang terjadi dalam masa pandemi covid 19, dimana pelaksanaa pembelajaran kurang maksimal.
Benang Merah Pengembangan Kurikulum
Kurikulum prototipe melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya:
- Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.
- Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.
- Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.
Kurikulum prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar
Baca Juga : Perencanaan, Kurikulum Prototipe : Apa dan Bagaimana Sistemnya
Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:
- Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).
- Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
- Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Karakteristik Utama Kurikulum Prototipe
Pengembangan Karakter
- Kurikulum 2013 sudah menekankan pada pengembangan karakter, namun belum memberi porsi khusus dalam struktur kurikulumnya.
- Dalam struktur kurikulum prototipe, 20 – 30 persen jam pelajaran digunakan untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui
pembelajaran berbasis projek.
- Pembelajaran berbasis projek penting untuk pengembangan karakter
karena:
a) memberi kesempatan untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning)
b) Mengintegrasikan kompetensi esensial yang dipelajari peserta didik dari berbagai disiplin ilmu
c) struktur belajar yang fleksibel
Contoh

Gambar
Baca Juga : Kerangka Kurikulum Program SMK Pusat Keunggulan
Tema-tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek
Kemendikbudristek menyediakan 7 tema utama yang perlu dikembangkan menjadi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik.
- Bangunlah Jiwa dan RaganyaBerekayasa dan Berteknologi untuk
- Membangun NKRI
- Bhinneka Tunggal Ika
- Gaya Hidup Berkelanjutan
- Kearifan Lokal
- Kewirausahaan
- Suara Demokrasi
Contoh Pembelajaran Berbasis Projek

Baca Juga : Project IPAS
Fokus pada Materi Esensial
Pembelajaran yang mendalam (diskusi, kerja kelompok, pembelajaran berbasis problem dan projek, dll.) perlu waktu
Materi yang terlalu padat akan mendorong guru untuk menggunakan ceramah satu arah atau metode lain yang efisien dalam mengejar ketuntasan penyampaian materi
Kurikulum prototipe berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang/waktu bagi pengembangan kompetensi – terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi – secara lebih mendalam
Baca Juga : Apakah Capaian Pembelajaran?
Fleksibilitas Perancangan Kurikulum Sekolah dan Penyusunan Rencana
Pembelajaran
Saat Ini
- Kerangka kurikulum saat ini mengunci tujuan pembelajaran per tahun.
- Struktur kurikulum saat ini mengunci jam pelajaran per minggu.
Kurikulum Prototipe
- Kurikulum prototipe menetapkan tujuan belajar per fase (2-3 tahun) untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.
- Kurikulum prototipe menetapkan jam pelajaran per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya.
Baca Juga : Rasional Mata Pelajaran
Download materi selengkapnya pada link Download berikut.