Pembelajaran Paradigma Baru

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 2

You are here:
Estimated reading time: 2 min

Pada artikel sebelumnya, Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 1, telah dibahas tentang Pengantar mengapa panduan ini dibuat dalam menyusun kurikulum operasional sekolah, bagaimana cara menggunakan panduan, dan sekilas tentang pentingnya Kurikulum Operasional Sekolah.

Pada Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 2 akan dibahas Prinsip pengembangan, Acuan dalam menyusun Visi Misi Kurikulum Operasional Sekolah yang mengacu pada Profil Pelajar pancasila. Selanjutnya nanti pada Bagian 3 akan dibahas tentang Komponen Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan.

Pada Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 2 ini akan dibahas tentang Prinsip pengembangan, Acuan dalam menyusun Visi Misi Kurikuum Operasional Sekolah yaitu Profil Pelajar pancasila.

Prinsip Pengembangan

Prinsip pengembangan ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan dan menjadi dasar merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum.

Pada pembahasan sebelumnya sudah dipaparkan prinsip pengembangan kurikulum operasional sekolah.

Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan

  1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah
  2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB)
  3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami
  4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual
  5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
1. Berpusat pada peserta didik
2. Konstekstual
3. Essensial
4. Akuntabel
5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Harapannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan dapat dijadikan acuan satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulumnya dengan menyesuaikan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Profil Pelajar Pancasila

Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah, pada penyusunan Visi dan Misi mengacu pada Profil Pelajar Pancasila.

Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia?”

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila“

Pernyataan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Dalam hal ini, peserta didik Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.

Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial.

Keenam dimensi tersebut adalah:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
  2. Berkebinekaan global.
  3. Bergotong-royong.
  4. Mandiri.
  5. Bernalar kritis.
  6. Kreatif.

Baca Juga Pogram Pengembangan Profil Pelajar Pancasila dan Bdaya Kerja.

Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

Penjelasan di atas menggambarkan posisi dan fungsi Profil Pelajar Pancasila dalam kurikulum sekolah, yaitu sebagai:

  1. Tujuan jangka panjang segala proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah
  2. Kompetensi dan karakter yang perlu dikembangkan oleh setiap warga sekolah
  3. Benang merah yang menyatukan segala praktik yang dijalankan di sekolah

Lihat Panduan

Sumber

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 976
Previous: Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 1
Next: Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *