Pembelajaran Paradigma Baru

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 3

You are here:
Estimated reading time: 2 min

Pada atikel sebelumnya, Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 1, telah dibahas tentang Pengantar mengapa panduan ini dibuat dalam menyusun Kurikulum operasional sekolah, bagaimana cara menggunakan panduan, dan sekilas pengantar pentingnya Kurikulum Operasional Sekolah.

Pada Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 2 dibahas Prinsip pengembangan, Acuan dalam menyusun Visi Misi Kurikulum Operasional Sekolah yaitu Profil Pelajar pancasila.

Sekarang kita akan membahas tentang Komponen Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan. Komponen kurikulum tersebut harus memperhatikan karakteristik satuan pendidikan tersebut, menyususun Visi dan Misi, Tujuan Pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, dan Perencanaan Pembelajaran.

Komponen Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4-5 tahun

Untuk SMK, Karakteristik Satuan Pendidikan, Visi, dan Misi disusun untuk satuan pendidikan, sedangkan komponen Tujuan, Pengorganisasian pembelajaran, Rencana Pembelajaran, Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional disusun untuk setiap program keahlian pada satu dokumen yang sama.

Karakteristik Satuan Pendidikan

Dari analisis konteks, dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan. Untuk SMK, karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya.

Visi, misi, dan tujuan

Visi

  • menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju
  • nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila

Misi

  • misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi
  • Nilai-nilai yang penting untuk dipegang selama menjalankan misi

Tujuan

  • tujuan akhir dari kurikulum sekolah yang berdampak kepada peserta didik
  • tujuan menggambarkan tahapan-tahapan (milestone) penting dan selaras dengan misi
  • strategi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya
  • Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan sekolah tersebut dan selaras dengan profil Pelajar Pancasila
Untuk SMK visi dan misi disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja.

Pengorganisasian pembelajaran

Cara sekolah mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu, dan beban belajar, cara sekolah mengelola pembelajarannya untuk mendukung pencapaian CP dan Profil Pelajar Pancasila (mis: mingguan, sistem blok, atau cara pengorganisasian lainnya).

  • Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok). Untuk SMK, mata pelajaran dan/atau konsentrasi disusun oleh satuan pendidikan bersama dunia kerja.
  • Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil Pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Untuk PAUD, projek penguatan profil pelajar Pancasila disatukan dalam kegiatan pembelajaran, tidak terpisah dengan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Untuk SMK, projek ini ditambah dengan tema Kebekerjaan dan Budaya kerja sehingga namanya menjadi projek penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja.
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL, untuk SMK). Menyiapkan peserta didik agar memiliki pengalaman dan kompetensi di dunia kerja
  • Ekstrakurikuler. Gambaran ekstrakurikuler dalam bentuk matriks/tabel

Komponen Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan. Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun.

Rencana pembelajaran

Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama setahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program prioritas satuan pendidikan.

Kerangka bentuk pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional

Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.

Sumber: DitPSMK

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 179
Previous: Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 2
Next: Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *