Pembelajaran Paradigma Baru

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah 1

You are here:
Estimated reading time: 1 min

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di satuan pendidikan dibedakan menjadi non kejuruan dan kejuruan.

Pada atikel sebelumnya, Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 1, telah dibahas tentang Pengantar mengapa panduan ini dibuat dalam menyusun Kurikulum operasional sekolah, bagaimana cara menggunakan panduan, dan sekilas pengantar pentingnya Kurikulum Operasional Sekolah.

Pada Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 2 dibahas Prinsip pengembangan, Acuan dalam menyusun Visi Misi Kurikulum Operasional Sekolah yaitu Profil Pelajar pancasila.

Pada Panduan pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah bagian 3  Sekarang kita akan membahas tentang Komponen Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan. Komponen kurikulum tersebut harus memperhatikan karakteristik satuan pendidikan tersebut, menyususun Visi dan Misi, Tujuan Pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, dan Perencanaan Pembelajaran.

Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana cara atau proses penyusunan kurikulum.

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah Secara Umum

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah Secara Umum terlihat seperti bagan berikut.

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah Secara Umum

Pada bagan tersebut terlihat dapat dijelaskan sebagai berikut. Tujuan pendidikan nasional diwujudkan ke dalam profil pancasila yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun struktur kurikulum, capaian pembelajaran, dan prinsip pembelajaran dan asesmen.

Satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. Dimulai dari menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan, merumuskan visi dan misi,menentukan pengorganisasian pembelajaran,menyussn rencana pembelajaran, dan merancang pendampingan, evaluasi, dan pengebangan profesional.

Evaluasi digunakan untuk jangka pendek (semester/tahunan) dan evaluasi tahap panjang (4-5 tahunan).

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Secara Khusus

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Secara Khusus terlihat seperti bagan berikut.

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional

Di SMK terdapat perbedaan karena kompetensi keahlian atau konsentrasi kejuruan yang berbeda atau khas di setiap satuan pendidikan sekolah menengah kejuruan.

Pada bagan tersebut terlihat dapat dijelaskan sebagai berikut. Tujuan pendidikan nasional diwujudkan ke dalam profil pancasila yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun struktur kurikulum, capaian pembelajaran, dan prinsip pembelajaran dan asesmen.

Satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. Dimulai dari menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan dan program keahlian, merumuskan visi dan misi,menentukan pengorganisasian pembelajaran,menyussn rencana pembelajaran, dan merancang pendampingan, evaluasi, dan pengebangan profesional.

Evaluasi digunakan untuk jangka pendek (semester/tahunan) dan evaluasi tahap panjang (4-5 tahunan).

Sumber: DitPSMK

Was this article helpful?
Dislike 0
Views: 1451
Previous: Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Sekolah 3
Next: Soal Ujian Komite Pembelajaran Kurikulum Merdeka beserta Kunci Jawaban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *