Pembelajaran Paradigma Baru

Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif – Jenis, Karakteristik, dan Fungsi Asesmen

You are here:
Estimated reading time: 1 min
In this article

Acuan apa yang digunakan untuk menentukan asesmen yang akan dilaksanakan?

Apa itu Asesmen?

Asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik.

Baca Juga : Pengertian dan Prinsip Assesmen

Jenis asesmen sesuai fungsinya mencakup:

  1. asesmen sebagai proses pembelajaran (assessment as Learning),
  2. asesmen untuk proses pembelajaran (assessment for Learning), dan
  3. asesmen pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).

Selama ini pelaksanaan asesmen cenderung berfokus pada asesmen sumatif yang dijadikan acuan untuk mengisi laporan hasil belajar.

Hasil asesmen belum dimanfaatkan sebagai umpan balik untuk perbaikan pembelajaran.

Pada pembelajaran paradigma baru, pendidik diharapkan lebih berfokus pada asesmen formatif dibandingkan sumatif dan menggunakan hasil asesmen formatif untuk perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar di bawah ini

Perbedaan assessment as dan for learning adalah assessment as learning lebih melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan asesmen tersebut. Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi diri sendiri dan temannya. Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman merupakan contoh assessment as learning.

Asesmen SEBAGAI Proses Pembelajaran (Assessment AS Learning)
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen formatif
Asesmen UNTUK Proses Pembelajaran (Assessment FOR Learning)
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen formatif
Asesmen PADA AKHIR Proses Pembelajaran (Assessment OF Learning)
Asesmen untuk evaluasi pada akhir proses pembelajaran
Berfungsi sebagai asesmen sumatif

 

Dalam assessment as learning peserta didik sebaiknya dilibatkan dalam merumuskan prosedur, kriteria, maupun rubrik/pedoman asesmen sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

Baca Juga : Keterkaitan Asesmen dengan Prinsip Pembelajaran

Salah satu contoh penerapakan asesmen formatif adalah asesmen diri (self assessment) dan asesmen antarteman (peer assessment). Asesmen ini berfungsi sebagai bahan refleksi diri, yang nantinya dapat digunakan oleh Pendidik sebagai data/informasi untuk menkonfirmasi capain hasil belajar peserta didik.

Baca Juga : Capaian Pembelajaran Project IPAS

Was this article helpful?
Dislike 1
Views: 4732
Previous: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif – Prinsip Asesmen
Next: Kunci Jawaban – Soal Ujian Perencanaan Berbasis Data

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *